Laporan keuangan perusahaan dagang adalah bagian penting dalam pencatatan bisnis karena digunakan untuk melihat kondisi keuangan selama satu periode. Melalui laporan ini, perusahaan dapat mencatat transaksi penjualan, pembelian, arus kas, hingga posisi aset dan kewajiban secara lebih terstruktur.

Setiap jenis laporan memiliki fungsi yang berbeda dalam menunjukkan aktivitas keuangan perusahaan dagang. Laporan laba rugi digunakan untuk melihat hasil usaha, laporan arus kas mencatat keluar masuk kas, laporan pembelian merangkum transaksi barang, sedangkan neraca menunjukkan posisi keuangan pada waktu tertentu.

Meski formatnya bisa disusun secara manual, laporan keuangan perusahaan dagang tetap perlu dibuat dengan susunan yang rapi agar mudah dibaca dan dicatat. Karena itu, memahami contoh setiap laporan dapat membantu perusahaan menyesuaikan format pencatatan sesuai kebutuhan usahanya.

Apa Itu Perusahaan Dagang?

Perusahaan dagang adalah usaha yang membeli lalu menjual kembali barang kepada konsumen tanpa mengubah bentuk atau fungsi utamanya. Barang yang dijual biasanya berupa produk fisik, seperti pakaian, perhiasan, makanan, atau kendaraan. Karena prosesnya cukup sederhana, jenis usaha ini sering dianggap lebih mudah dijalankan.

Keuntungan perusahaan dagang berasal dari hasil penjualan barang. Produk yang dipasarkan bisa berupa bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi. Hal ini berbeda dengan perusahaan jasa yang memperoleh pendapatan dari layanan atau keahlian.

Seperti bisnis lainnya, perusahaan dagang juga perlu menyusun laporan keuangan untuk melihat kondisi usahanya. Laporan ini membantu perusahaan memantau penjualan, laba, dan perkembangan bisnis secara lebih jelas.

Cara Membuat Laporan Perusahaan Dagang

Membuat file Excel laporan keuangan perusahaan dagang dimulai dengan menyiapkan beberapa sheet utama, seperti daftar akun, jurnal umum, buku besar, neraca saldo, laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Struktur ini disusun agar pencatatan transaksi penjualan, pembelian, persediaan, piutang, dan utang dapat terhubung dengan jelas.

Pada laporan laba rugi, komponen yang dicatat umumnya meliputi penjualan bersih, harga pokok penjualan, beban usaha, dan laba bersih. Sementara itu, neraca berisi aset, kewajiban, dan ekuitas, sedangkan arus kas mencatat pemasukan serta pengeluaran kas selama periode tertentu.

Banyak bisnis juga mencari template stok barang Excel untuk mencatat barang masuk dan keluar harian dengan kolom seperti kode barang, stok awal, barang masuk, barang keluar, dan stok akhir. Namun, ketika transaksi meningkat, sistem seperti HashMicro membantu pencatatan stok dan laporan keuangan menjadi lebih otomatis dan akurat.

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Laporan laba rugi menyajikan gambaran tentang aktivitas operasional perusahaan selama satu periode akuntansi. Di dalam laporan ini, perusahaan mencatat pendapatan, beban, serta hasil akhir berupa laba atau rugi yang diperoleh dalam periode tersebut.

Pada perusahaan dagang, komponen yang paling umum muncul meliputi penjualan, beban usaha, dan harga pokok penjualan.

Sebelum membuat laporan laba rugi perusahaan dagang, ada beberapa hal yang perlu dipahami, yaitu:

  • bentuk atau format laporan laba rugi perusahaan dagang
  • fungsi dan pengertian setiap komponen dalam laporan
  • cara menganalisis transaksi keuangan yang akan dicatat

Berikut contoh laporan laba rugi perusahaan dagang yang dapat Anda jadikan referensi.

Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Periode 31 Desember 2025
Penjualan Bersih Rp150.000.000
Harga Pokok Penjualan Rp90.000.000
Laba Kotor Rp60.000.000
Beban Gaji Rp12.000.000
Beban Sewa Rp8.000.000
Beban Listrik dan Air Rp2.500.000
Beban Transportasi Rp1.500.000
Beban Administrasi Rp1.000.000
Total Beban Usaha Rp25.000.000
Laba Bersih Rp35.000.000

Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Contoh Surat Jalan Barang dan Template

Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran kas masuk dan kas keluar perusahaan selama satu periode. Pada perusahaan dagang, isi laporan ini biasanya mencakup penerimaan dari penjualan, pembayaran ke pemasok, biaya operasional, serta transaksi lain yang memengaruhi kas.

Laporan ini disusun untuk melihat kondisi arus kas perusahaan selama periode berjalan. Dari laporan arus kas, perusahaan dapat mengetahui dari mana kas diperoleh, untuk apa kas digunakan, dan berapa saldo kas akhirnya.

Sebelum menyusun laporan arus kas, ada beberapa hal yang perlu dipahami, yaitu:

  • jenis aktivitas arus kas, seperti operasional, investasi, dan pendanaan
  • sumber penerimaan dan pengeluaran kas dalam setiap aktivitas
  • cara menghitung kenaikan atau penurunan kas selama satu periode

Berikut contoh laporan arus kas perusahaan dagang yang dapat Anda jadikan referensi.

Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang
Periode 31 Desember 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasional
Penerimaan kas dari penjualan Rp180.000.000
Pembayaran ke supplier (Rp95.000.000)
Pembayaran gaji karyawan (Rp18.000.000)
Pembayaran beban operasional (Rp7.500.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional Rp59.500.000
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian peralatan toko (Rp10.000.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (Rp10.000.000)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Tambahan modal pemilik Rp20.000.000
Prive (Rp5.000.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan Rp15.000.000
Kenaikan Bersih Kas Rp64.500.000
Saldo Kas Awal Rp15.500.000
Saldo Kas Akhir Rp80.000.000

Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang

Contoh Surat Jalan Barang dan Template

Contoh Laporan Pembelian Perusahaan Dagang

Laporan pembelian perusahaan dagang berisi catatan transaksi pembelian barang yang dilakukan selama satu periode. Dalam laporan ini, perusahaan biasanya mencantumkan informasi seperti tanggal transaksi, nama pemasok, nama barang, kuantitas, harga satuan, dan total pembelian.

Dokumen ini membantu menunjukkan bagaimana aktivitas pengadaan barang berlangsung dalam periode tertentu. Karena itu, isi laporannya perlu disusun secara rinci agar setiap transaksi pembelian dapat terlihat dengan jelas.

Beberapa hal yang biasanya dicantumkan dalam laporan pembelian antara lain:

  • tanggal pembelian
  • nama supplier atau pemasok
  • jenis dan jumlah barang yang dibeli
  • harga beli per unit
  • total nilai pembelian

Berikut contoh laporan pembelian perusahaan dagang yang dapat Anda gunakan sebagai referensi.

Laporan Pembelian Perusahaan Dagang
Periode Januari 2025
Tanggal No. Faktur Supplier Nama Barang Jumlah Total Pembelian
03/01/25 PB-001 PT Sumber Niaga Beras 25 kg 20 Rp12.000.000
08/01/25 PB-002 CV Maju Jaya Minyak Goreng 2 L 50 Rp8.500.000
14/01/25 PB-003 PT Nusantara Abadi Gula Pasir 1 kg 100 Rp7.000.000
21/01/25 PB-004 CV Sentosa Tepung Terigu 1 kg 80 Rp5.600.000
Total Pembelian Rp33.100.000

Laporan Pembelian Perusahaan Dagang

Contoh Surat Jalan Barang dan Template

Contoh Laporan Neraca Perusahaan Dagang

Laporan neraca perusahaan dagang adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada satu waktu tertentu. Di dalamnya tercantum tiga komponen utama, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas.

Melalui laporan ini, perusahaan dapat melihat jumlah harta yang dimiliki, kewajiban yang harus dibayar, serta nilai modal yang tersisa. Karena itu, penyusunan neraca perlu dilakukan dengan rinci agar kondisi keuangan perusahaan dapat tergambar secara jelas.

Beberapa unsur yang biasanya ada dalam laporan neraca meliputi:

  • aset lancar, seperti kas, piutang, dan persediaan
  • aset tetap, seperti peralatan atau kendaraan
  • kewajiban jangka pendek dan jangka panjang
  • ekuitas atau modal pemilik

Berikut contoh laporan neraca perusahaan dagang yang dapat Anda jadikan referensi.

Laporan Neraca Perusahaan Dagang
Per 31 Desember 2025
Aset
Kas Rp80.000.000
Piutang Usaha Rp25.000.000
Persediaan Barang Dagang Rp45.000.000
Peralatan Rp30.000.000
Akumulasi Penyusutan (Rp5.000.000)
Total Aset Rp175.000.000
Liabilitas
Utang Usaha Rp20.000.000
Utang Bank Rp35.000.000
Total Liabilitas Rp55.000.000
Ekuitas
Modal Pemilik Rp85.000.000
Laba Ditahan Rp35.000.000
Total Ekuitas Rp120.000.000
Total Liabilitas dan Ekuitas Rp175.000.000

Laporan Neraca Perusahaan Dagang

Contoh Surat Jalan Barang dan Template

Excel masih sering digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan dagang karena formatnya fleksibel dan mudah diakses. Namun, saat jumlah transaksi mulai bertambah, pencatatan manual di Excel biasanya membutuhkan waktu lebih lama dan lebih teliti.

Kondisi ini sering terasa ketika perusahaan harus mengelola banyak jenis laporan sekaligus, seperti laba rugi, arus kas, pembelian, dan neraca dalam periode yang sama.

Karena itu, banyak bisnis mulai mempertimbangkan software akuntansi yang dapat membantu pencatatan menjadi lebih terpusat dan proses pelaporan lebih konsisten.

Kesimpulan

Setiap laporan keuangan perusahaan dagang memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya saling berkaitan dalam menunjukkan kondisi bisnis secara menyeluruh. Mulai dari laporan laba rugi, arus kas, pembelian, hingga neraca, setiap dokumen membantu perusahaan mencatat transaksi dan melihat posisi keuangan dengan lebih jelas.

Karena itu, penyusunan laporan yang rapi dan sesuai format perlu diperhatikan sejak awal. Dengan memahami contoh dan komponennya, perusahaan dapat menyesuaikan format laporan sesuai kebutuhan pencatatan dan aktivitas usahanya. Jika volume transaksi sudah besar, software akuntansi berbasis AI lebih efisien dibanding Excel manual.

Pertanyaan Seputar Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Apa saja contoh laporan keuangan perusahaan dagang?

Contoh laporan keuangan perusahaan dagang meliputi laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan pembelian, dan laporan neraca. Setiap laporan menunjukkan kondisi keuangan dari sisi yang berbeda.

Mengapa perusahaan dagang perlu membuat laporan keuangan?

Laporan keuangan membantu perusahaan mencatat transaksi, memantau kondisi usaha, dan melihat hasil operasional dalam satu periode. Dokumen ini juga digunakan sebagai dasar evaluasi keuangan.

Apakah laporan keuangan perusahaan dagang bisa dibuat di Excel?

Ya, laporan keuangan perusahaan dagang bisa dibuat di Excel dengan format yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Biasanya, file mencakup tabel untuk mencatat transaksi dan rekap laporan keuangan.

Apa perbedaan laporan laba rugi dan neraca pada perusahaan dagang?

Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan dan beban dalam satu periode, sedangkan neraca menampilkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas pada waktu tertentu. Keduanya sama-sama penting dalam pencatatan keuangan.